Narrator : Ada seorang laki-laki muda yang
berasal dari keturunan Daud yang sedang cemas karena tunangannya. Tampaknya
laki-laki muda ini sedang dilanda kecemasan yang besar, sehingga hal itu tampak
dari raut mukanya dan tindak tanduknya. Makanan dimejanya tidak dijamahnya, dia
berjalan mondar-mandir didalam rumahnya yang sederhana. Dengan pikiran yang
cemas laki-laki muda ini menggumam.
Yusuf : “Maria, Maria……. Apa yang harus aku perbuat?
Betapa aku sangat mecintaimu, namun engkau telah mengkhianati aku. Aku tidak
tahan dengan semua ini. Sebelum aku menikahimu, aku akan menceraikanmu dengan
diam-diam”.
Narator: Sesaat laki-laki ini membaringkan
tubuhnya. Dia hendak melepaskan penat dan pikirannya yang diliputi kecemasan.
Tiba-tiba ada suara seorang gadis yang mengetuk pintu rumahnya dan
memanggilnya.
Maria ;
“Yusuf-yusuf……….. ini aku tunanganmu, Maria….”
Narator : Ketika laki-laki muda yang bernama Yusuf ini
mendengar suara tunangannya yang mengetuk pintu dan memanggil, terkejutlah
dia….. Dengan tergesah-gesah Yusuf membuka pintu dan mempersilahkan
tunangannya, Maria untuk masuk dengan cepat-cepat di dalam rumah.
Yusuf : “Maria!!!!!! Cepat masuk kedalam, ada sesuatu
yang harus aku bicarakan” ( dengan menarik tangan Maria dan membawanya masuk )
Aku tau keputusan ku ini akan berat bagi kita berdua, tapi yang kuputuskan ini
adalah yang terbaik bagi aku dan kamu. Sekarang kamu telah mengandung, dan aku
tidak tahan dengan siapakah kamu telah berbuat”
Maria : “ Yusuf……. Bukankah sudah kukatakan
kepadamu…..Apa yang terjadi padaku adalah kehendak Tuhan…….Seorang
Malaikat datang kepadaku dan berkata kepadaku, bahwa aku akan mengandung dan
melahirkan seorang anak laki-laki yang akan disebut Anak Allah yang
Mahatinggi.”
Yusuf : ‘ Cukup…..Cukup Maria. Aku tidak akan percaya
sebelum malaikat itu datang kepadaku dan memberitahukannya kepadaku. Besok
pagi-pagi aku akan meninggalkan Nazaret. Dan kamu, jagalah dirimu baik-baik Aku
mencintaimu…. Tapi aku harus melepaskanmu ( dengan menagis Yusuf menatap Maria)
Sekarang pergilah dan tinggalkan aku…”
Maria : “Yusuf ….. aku sangat mencintaimu. Aku tidak
pernah mengkhianatimu. Kiranya Tuhan mengutus Malaikat-Nya untuk berbicara
kepadamu mengenai hal ini ( dengan air mata berliang Maria pergi meninggalkan
Yusuf)
Narator : Dengan hati yang sedih,
Yusuf bergumam dan berharap apa yang dilakukan
dikatakan Maria itu benar.
Yusuf : Tuhan…….semoga apa yang dikatakan Maria itu
benar. Aku takut Tuhan…. Aku akan mempertimbangkan hal ini…..
Narator : Kemudian Yusuf membaringkan diri
dan tertidurlah ia…. Dalam mimpinya itu, seorang Malaikat menjumpainya dan
berkata :
Malaikat : “ Yusuf anak Daud, janganlah engkau takut
mengambil Maria sebagai Isterimu, sebab
anak………
dari dosa mereka “
Narator : Yusuf berbuat seperti yang
diperintahkan malaikat Tuhan kepadanya. Hatinya menjadi percaya dan dengan
segera Yusuf mengambil Maria sebagai Isterinya, namun demikian Yusuf tidak
bersetubuh dengan Maria, sampai Maria melahirkan anaknya laki-laki dan Yusuf
menamakan Dia Yesus.
Yusuf : “Ternyata apa yang dikatakan Maria adalah
benar. Aku akan segera menikahimu Maria. Terima Kasih Tuhan, Engklau telah
memperhatikanku dan aku beroleh kasih karunia dihadapan-Mu”
Part II
Narator : Sesudah Yesus dilahirkan Di
Betleham di tanah Yudea pada Zaman raja Herodes datanglah Orang-orang majus
dari Timur ke Yerusalem. Rupanya orang-orang Majus itu telah melihat tanda
kelahiran seorang raja di negeri dari mana mereka berasal.
Di
tengah-tengah perjalanannya yang jauh mengikuti bintang itu, berkatalah seorang
kepada yang lain.
Majus I : Kawan….. Bintang yang telah kita
lihat dari negeri kita telah menuntun kita di negeri orang Yahudi ini.
Majus II : Bawa, Raja orang Yahudi yang baru
dilahirkan ini akan menjadi penyelamat dunia, seperti apa yang kaum-kaum kita
percayai, yakni keselamatan uamat manusia datang dari bangsa Yahudi.
Majus I: Kita sudah dekat dengan Raja
penyelamat itu, mari kita menyiapkan diri kita untuk datang menyembah-Nya.
Sebab raja penyelamat inilah yang benar-benar layak menerima pujian dan hormat
dari semua bangsa di bumi ini.
Majus II : Benar, kita tidak akan kembali ke
negeri kita sebelum kita melihat-Nya dan sujud menyembah-Nya…..Pujian, hormat
dan kemuliaan bagi raja segala raja, yang menjadi penyelamat umat manusia.
Narator : Setelah Orang-orang majus ini
berkata-kata seorang kepada yang lain, maka mereka pun melanjutkan
perjalanannya. Sesampainya mereka di Yerusalem, bertanya-tanyalah mereka kepada
penduduk Yesusalem.
Majus I : Saudara …….mohon permisi
sebentar. Kami datang dari negeri yang jauh dari Timur. Dan kami datang untuk
melihat dan sujud menyembah kepada raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu.
Dimanakah Dia ?
Penduduk : Apa raja orang Yahudi yang baru dilahirkan?
Ehm….. di negeri ini, Raja yang memerintah kami adalah Herodes. Alangkah
baiknya kalian bertemu langsung dengan Dia. Mungkin saja, raja Yahudi
yang baru dilahirkan itu adalah dari keturunanya yang memerintah kelak.
Narator : Ketika Herodes mendengar hal itu,
terkejutlah ia beserta seluruh Yerusalem. Maka Herodes segera mengumpulkan
semua Imam Kepala dan Ahli Taurat bangsa Yahudi, lalu meminta keterangan dari
mereka dimana Mesias akan dilahirkan.
Herodes : Hai para Imam dan Ahli Taurat bangsa Yahudi,
katakanlah padaku dimana Mesias akan dilahirkan.
Imam dan Ahli Taurat : Tuanku raja menurut apa yang
tertulis dalam kitab nabi. Maka dapatlah diketahui bahwa betlehem di tanah
Yehuda adalah tempat kelahiran Mesias yang akan menggembalakan umat Israel.
Herodes : Ohww……….. Betlehem……..hemmmmm…… baiklah Imam
dan Ahli Taurat . Terima kasih….. kalian sudah menjelaskan kepadaku tempat
dimana Mesias dilahirkan.
Narator : Lalu dengan diam-diam Herodes
memanggil orang-orang majus itu dan dengan teliti bertanya kepada mereka,
bilamana bintang itu tampak.
Herodes : “Hai para Musafir, darimanakah kalian datang
dan apa maksud kedatangan kalian di tanah Israel ini ?”
Majus I : “ Tuanku raja kami sekalian
datang dari negeri yang jauh di Timur. Maksud kedatangan kami di tanah Israel
ini adalah untuk melihat dan menyembah raja orang Yahudi yang baru di lahirkan
itu.”
Narator : Mendengar orang majus berkata
demikian, panaslah hati Herodes, namun Herodes berpura-pura bersikap tenang.
Majus II : “ Benar Tuanku Raja kami sekalian
telah melihat tanda kelahiran raja orang Yahudi dalam sebuah bintang yang
bersinar terang dan yang menuntun kami sampai di tempat ini….
Herodes : Hemmm…… sebuah bintang yang menuntun kalian?
Majus I
& II : Benar,
Tuanku raja.
Herodes : Lalu mengapa kalian datang jauh-jauh
dari negeri Timur ke negeri Israel ini hanya untuk melihat dan menyembah raja
orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Apakah dinegeri kalian tidak ada seorang
raja untuk kalian sembah ?
Majus I : Tuanku raja memang kami mempunyai
raja yang memerintah di negeri Timur, dan kamu rakyatnya benar-benar tunduk
kepada raja kami. Tapi mengenai raja orang Yahudi yang akan kami sembah ini,
kami percaya bahwa keselamatan umat manusia ada padaNya. Jadi Dialah Raja
segala Raja yang layak menerima hormat, kemuliaan dan penyembahan dari semua
manusia.
Narator : Semakain panaslah hati Herodes
mendengar hal itu. Maka Herodes segera menyusul mereka untuk mencari bayi itu
dan berpura-pura untuk ikut menyembah Dia juga.
Herodes : Raja segala raja….. penyelamat umat
manusia…. Hemmm….. baiklah…. Pergilah dan selidikilah dengan seksama hal-hal
mengenai Anak itu dan segera sesudah kalian menemukan Dia, kabarkanlah kepadaku
supaya aku pun datang menyembah Dia.
Majus I
& II :
Baiklah tuanku raja, hamba akan segera mengabarkannya…..
Narator : Setelah mendengar kata –kata
Herodes Berangkatlah orang Majus itu. Maka bintang itupun kembali tampak dan
mendahului mereka hingga tiba dan berhenti diatas tempat dimana Anak itu berada.
Maka sangat bersukacitalah mereka dan segera mencoba masuk kedalam rumah
itu…..
Majus I
& II : Salam
sejahtera bagi kalian yang di berkati Tuhan
Yusuf & Maria : Salam sejahtera bagi kalian semua.
Narator : Maka merekapun sujud dan
menyembah Dia. Melihat hal itu heranlah Yusuf dan Maria. Namun mereka tahu
bahwa abak itu layak menerima
semuanya. Setelah mereka sujud menyembahNya. Mereka segera membuka tempat harta
bendanya dan mempersembahkan persembahan kepadaNya, yaitu Emas, Kemenyan, dan
Mur.
Majus II : Kami sangat beruntung dan
bersukacita karena telah melihat Juruselamat umat manusia, Raja segala raja
yang memerintah selamanya.
Narrator : Maka merekapun bermalam di tempat
itu dan hendak memberitahukan kepada Herodes mengenai Anak itu. Namun Tuhan
memperinggatkan mereka dalam mimpi supaya jangan kembali kepada Herodes, maka
pulanglah mereka ke negerinya melalui jalan lain.
LAGU:
YESUS LAHIR UNTUK KITA
Yesus
Lahir untuk kita,sambutlah Rajahku
Glory-glory
Bagi Allah Dengan kisah Natal
Jurus”lamat
Dunia ini, Penasehat Ajab
Kabar
selamat suka cita, Dunia yang gelap
Bapa Kekal
Raja Damai, Allah Yang Perkasa
Datang
trang Allah Benar, seluruh Dunia
Dalam hati
Yesu Lahir, diberi anugrahnya
mendengarNya
guna merdu, Karna Yesus Lahir
KEEF:
Mari menyembah
Dia, Yesus Raja kita
Bilah Kita
percayalah,
Nanti
Masuk Kota cerlang.
BY JHON DUMUPA
SALAH SATU ANGGOTA IMABETUS

Tidak ada komentar:
Posting Komentar